Home / Kajian Masyayikh / Keutamaan Ramadhan: 4 Golongan yang Dirindukan Surga, Apakah Kamu Termasuk Diantaranya?
Kajian Kajian Masyayikh

Keutamaan Ramadhan: 4 Golongan yang Dirindukan Surga, Apakah Kamu Termasuk Diantaranya?

Bulan suci Ramadhan merupakan salah satu di antara bulan istimewa bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Di samping diwajibkannya berpuasa selama satu bulan penuh dengan menahan hasrat lapar dan haus akan makanan serta minuman sebagai manifestasi ketaatan kepada sang ilahi. Di bulan Ramadhan juga terdapat peristiwa agung yakni diturunkannya kitab suci al-Qur’an. Ramadhan juga disebut dengan bulannya rahmat dan ampunan dari Allah Swt. serta dijadikan ladang panen amal bagi mereka yang giat dan gencar melaksanakan ibadah.

Sebab seluruh amal kebaikan yang ada itu terkumpul di bulan suci tersebut, ketaatan diterima, do’a-do’a dikabulkan, dosa-dosa diampuni, dan surga merindukan orang-orang yang berpuasa di bulan suci tersebut. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw. bahwa:

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ، وَحَافِظِ اللِّسَانِ، وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ، وَصَائِمٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ

”Surga merindukan empat golongan; Pembaca al-Qur’an, penjaga lisan, pemberi makan orang yang lapar, dan mereka yang berpuasa di bulan suci Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Dari keterangan di atas kita dapat pahami bahwa surga sangatlah merindukan orang-orang yang berpuasa di bulan suci Ramadhan, terlebih bagi mereka yang mengisi keseharian dengan membaca al-Qur’an, menjaga perilaku, ucapan dan akhlak yang baik serta mau berdonasi bagi mereka yang kelaparan di luar sana. Inilah bentuk implementasi simpati sosial bagi umat Islam pada bulan suci Ramadhan.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Selain itu, banyak aktivitas kebaikan yang dapat dilakukan di waktu bulan suci Ramadhan, salah satunya adalah menghadiri majelis ilmu, mengkonsistensikan shalat berjamaah, berbuat bir al-walidain (baik kepada orang tua), serta mencari rida sang suami bagi seorang istri. Realitas yang ada ini selaras dengan hadis yang diriwayatkan dari Sahabat Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

عن أنس بن مالك رضي الله عنه تعالى عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : مَنْ حَضَرَ مَجْلِسَ الْعِلْمِ فِيْ رَمَضَانَ كَتَبَ اللّٰهُ تَعَالى لَهُ بِكُلِّ قَدَمٍ عِبَادَةَ سَنَةٍ وَيَكُوْنُ مَعِيْ تَحْتَ الْعَرْشِ، وَمَنْ دَاوَمَ عَلَى الْجَمَاعَةِ فِيْ رَمَضَانَ أَعْطَاهُ اللهُ بِكُلِّ رَكْعَةٍ مَدِيْنَةً تَمْلَأُ مِنْ نِعَمِ اللهِ تَعَالٰى، وَمَنْ بَرَّ وَالِدَيْهِ فِيْ رَمَضَانَ يَنَالُ نَظَرَ اللّٰهِ تَعَالَى بِالرَّحْمَةِ، وَأَنَا كَفِيْلٌ فِيْ الْجَنَّةِ، وَمَا مِنْ اِمْرَأَةٍ تَطْلُبُ رِضَا زَوْجِهَا فِيْ رَمَضَانَ إِلَّا وَلَهَا ثَوَابُ مَرْيَمَ وَآسِيَةَ، وَمَنْ قَضَى حَاجَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ فِيِ رَمَضَانَ قَضَى اللّٰهُ تَعَالٰى لَهُ أَلْفَ حَاجَةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

”Barang siapa yang menghadiri majelis ilmu pada bulan suci Ramadhan, maka Allah Swt. catat pada setiap langkahnya sebagai ibadah satu tahun dan ia akan bersamaku di bawah ‘Arsy. Dan barang siapa yang konsisten dalam shalat berjamaah pada bulan suci Ramadhan, maka Allah Swt. akan berikan padanya setiap satu rakaat sebuah kota yang dipenuhi dengan macam-macam kenikmatan dari-Nya. Barang siapa yang berbuat baik kepada kedua orang tuanya pada bulan suci Ramadhan, maka ia akan Allah Swt. akan melihatnya dengan penuh rahmat. Dan tidak ada perempuan yang mencari rida dari suaminya pada bulan suci Ramadhan kecuali ia mendapat pahalanya Sayyidah Maryam dan Asiyah, dan barang siapa yang memenuhi hajat saudaranya yang muslim maka Allah Swt. akan mengabulkan 1000 hajatnya di hari kiamat.”

Sungguh betapa luar biasanya pahala dan balasan amal kebaikan yang Allah Swt. berikan kepada mereka yang bersemangat, konsisten, dan berbuat baik terhadap orang tua dan saudara sesama muslim. Sehingga sudah jelas apakah semua itu tidak menjadikan diri kita menjadi tergerak untuk melakukannya?Besarnya pahala yang dijanjikan menunjukkan bahwa Ramadhan adalah madrasah spiritual dan sosial. Bulan ini mendidik manusia untuk mengendalikan diri, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan empati terhadap sesama. Amal kecil yang dilakukan dengan keikhlasan memiliki nilai besar di sisi Allah.

Dengan berbagai keutamaan tersebut, Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki niat, dan meningkatkan kepedulian sosial. Ramadhan bukan sekadar kewajiban berpuasa, tetapi kesempatan membentuk pribadi yang lebih beriman, berakhlak, dan bermanfaat bagi orang lain.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Oleh karena itu, kehadiran Ramadhan seharusnya menggerakkan hati setiap muslim untuk memanfaatkannya sebaik mungkin, agar memperoleh rahmat, ampunan, dan keberkahan yang dijanjikan Allah Swt.

Artikel ini disarikan dari materi ceramah KH. Achmad Chalwani.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *