Yogyakarta, annawawiberjan.id (06/03/2026) — “In every knot, a story. In every thread, a destiny.” Di setiap simpul ada cerita, di setiap benang ada takdir. Kalimat inilah yang menjadi ruh koleksi Thread of Destiny, karya siswa jurusan Desain dan Produksi Busana (DPB) SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo dalam ajang Modest Style Runway yang dihelat pada 6–7 Maret 2026 di Main Atrium, Ground Floor, Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta.
Koleksi yang menampilkan enam busana ini menjadikan setiap helai benang dan aksen tali sebagai metafora perjalanan hidup manusia. Takdir, dalam koleksi milik brand kanamli terebut digambarkan seperti seutas tali panjang, terkadang lurus dan tenang. Namun, di saat yang lain melilit, bersimpul, bahkan berpapasan dengan garis hidup orang lain. Elemen tali dan ikatan dalam koleksi ini bukan sekadar ornamen, melainkan simbol garis waktu, koneksi, dan perjumpaan antar kehidupan.
Mengusung gaya modest & elegant, koleksi ini menampilkan busana dengan siluet longgar (loose cut) dengan struktur tegas yang tetap menjaga bentuk dan keanggunan. Ruang gerak perempuan dihormati tanpa kehilangan aura elegan yang kuat. Palet warna midnight blue yang menenangkan dipadukan dengan deep black yang otoritatif, menciptakan kesan misterius namun terhormat. Perpaduan hitam dan biru dalam busana tersebut merepresentasikan kepercayaan diri yang tenang, sosok yang memiliki kendali penuh atas dirinya tanpa perlu tampil mencolok.
Sebuah kebanggaan tersendiri bagi SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo dapat unjuk gigi dalam Acara Modest Style Runway, yang merupakan kolaborasi antara Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jogja dan Plaza Ambarrukmo. Berlangsung selama dua hari, rangkaian kegiatan ini meliputi lomba fashion show anak, fashion show, talk show, serta berbagai agenda kreatif lainnya.

Achmad Abdul Fatah, Kepala Sekolah SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo menyampaikan bahwa keikutsertaan siswa dalam ajang ini menjadi ruang pembelajaran nyata di industri kreatif.
Kami ingin siswa tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki mental profesional dan keberanian tampil. Ini adalah pembuktian bahwa karya anak SMK memiliki kualitas dan identitas yang begitu khas, mengingat sekolah kami yang berbasis pondok pesantren. Ujarnya.
Irun Maulana, pendamping busana kreatif SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo, sekaligus owner Li Scarf, menjelaskan bahwa Thread of Destiny merupakan refleksi tentang manusia sebagai perancang bagi hidupnya sendiri.
Koleksi ini adalah persembahan bagi individu yang menghargai segala warna warni hidup. Namun, tetap tampil dengan kendali penuh. Pada akhirnya, kita sendirilah yang merajut pengalaman menjadi satu kesatuan yang indah. Ungkapnya.
Roro Hasina, salah satu guru yang mendampingi siswa selama proses produksi busana, menambahkan bahwa pengalaman tampil di ruang publik membentuk ketahanan mental sekaligus profesionalisme siswa.
Mereka belajar bahwa setiap detail memiliki makna tersendiri dan setiap karya membawa sebuah tanggung jawab. Jelasnya.
Tentang Kanamli
Koleksi yang ditampilkan dalam Acara Modest Style Runway ini berada di bawah naungan brand Kanamli, brand resmi milik SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo. Nama Kanamli berasal dari bahasa Arab Kanamlin yang berarti “seperti semut”. Filosofi tersebut menggambarkan semangat kerja sama, etos kerja tinggi, dan kekompakan layaknya semut yang bergerak bersama mencapai tujuan.
Melalui Thread of Destiny, siswa DPB SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo tidak hanya menampilkan busana, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa hidup, seperti benang dan simpul, hidup itu sendiri adalah proses merajut makna dengan kesadaran dan kendali penuh.

Comment