Yogyakarta, annawawiberjan.id (07/03/2026) — Plaza Ambarrukmo bekerja sama dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Yogyakarta menggelar talkshow bertema perempuan pesantren pada Sabtu. Talkshow bertajuk “Dari Serambi Pesantren ke Etalase Dunia: Kekuatan Jejaring Perempuan dalam Industri Fashion” ini menghadirkan pelaku industri fashion yang berangkat dari lingkungan pesantren.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ning Irun Maulana alias Hj. Ashfa Khoirunnisa, pemilik brand Li Scarf, serta Hj. Ela Muwaffiq, owner brand Hayya. Diskusi dipandu oleh Fetra Nur Hikmah dan Rimaya Ahadia.
Dalam sesi pemaparan, Ning Irun Maulana menceritakan perjalanan awal membangun brand Li Scarf. Nama Li Scarf diambil dari nama putri Ning Irun Maulana, yaitu Marsya Likhoirina.
Nama Li Scarf ini saya ambil dari nama putri saya, Marsya Likhoirina, dengan harapan dapat membawa manfaat dan kebaikan bagi banyak orang, terutama para pemakainya. Ungkap Ning Irun Maulana.
Talkshow ini tidak hanya diikuti oleh perempuan dari kalangan pesantren, tetapi juga menarik perhatian pengunjung mal yang tengah berbelanja di Plaza Ambarrukmo.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Irun Maulana juga menyampaikan pesan tentang makna kesuksesan kepada para peserta.
Kesuksesan terjadi ketika peluang bertemu dengan kesiapan. Karena itu, kita perlu terus meng-upgrade diri dan mempersiapkan kemampuan, disertai doa. Ketika peluang datang, kesiapan itulah yang menentukan. Ujar Ning Irun Maulana, owner Li Scarf.
Pada rangkaian acara yang sama, Ning Irun Maulana juga tampil sebagai guest designer dengan menampilkan koleksi terbaru Li Scarf dalam parade show yang menjadi puncak acara pada penghujung malam.
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat jejaring perempuan, khususnya dari kalangan pesantren, untuk terus berkarya dan berkiprah dalam industri fashion.

Comment