Ada sebuah tempat sunyi penuh sepi
Tapi berisik di kepala dan hati
Tentang stasiun kehidupan yang tak berilusi
Menjemput dan mengantar
Lembaran takdir do'a panjang tak bertepi
Tangisan pilu di malam sunyi
Menembus lorong-lorong temaram yang sepi
Saksi bisu antara hidup dan mati
Yang penuh sarat makna dan arti
Langkah kaki tergesa yang berderap
Teriakan panik yang menggema
Wajah-wajah cemas,
Penuh harap, lelah, pasrah
Perasaan kalut yang menyelimuti
Mengerubung nyaman enggan beranjak
Dengan dindingnya yang bercat putih pucat
Kerap menyapa hawa dingin yang berkelibat
Mencari setitik cahaya kuat
Sebagai bekal menuju sembuh yang tertambat
Penulis: Ana Rifqotul Mashfufah

Comment