Purworejo, annawawiberjan.id (19/05/2026) Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-25, Institut Agama Islam An-Nawawi melalui DEMA KM IAI An-Nawawi sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Bazar Buku dan Talkshow Literasi yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Mengusung tema “Pena di Era Digital: Menulis Cepat, Membaca Tepat”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan budaya literasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Talkshow literasi yang dilaksanakan di Auditorium KH. Nawawi Shiddieq pada Selasa, menghadirkan sosok inspiratif, Ning Najhaty Mu’tabiroh atau lebih dikenal dengan nama Ning Najhaty Sharma, seorang novelis sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Almunir Pangkat Magelang. Kehadirannya memberikan warna tersendiri bagi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum yang mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat.
Di awal seminar, sebelum masuk ke dalam materi inti, Ning Najhaty menyampaikan quotes memukau yang menarik perhatian audiens mengenai arti suskes sesungguhnya,
Ketika masih muda kamu bersaing dan memenangkan lomba untuk disebut sukses, tetapi ketika kamu sudah matang, kamu menyadari bahwa kamu hanya menaklukkan dirimu sendiri untuk disebut sukses, kamu mengapresiasi orang lain tanpa tanpa rasa iri, karena kamu sudah bersyukur dengan milikmu sendiri, itu adalah bukti kamu benar-benar sukses. Tutur Ning Najhaty Sharma.
Di era digital saat ini, menulis bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, melainkan kebutuhan. Namun, di tengah cepatnya penyebaran informasi, masyarakat juga dituntut untuk mampu membaca secara kritis dan selektif. Dalam pemaparannya, Ning Najhaty Sharma menekankan bahwa literasi bukan hanya tentang banyak membaca buku, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu memahami, menyaring, dan menyampaikan informasi dengan bijak.
Tulisan yang baik bukan hanya yang cepat selesai, tetapi yang mampu meninggalkan makna.
Ning Najhaty Sharma juga menambahkan,
Dalam hal apapun Kita membutuhkan proses dan sesuatu yang terstruktur. begitupun Menulis. Karena menulis bukan hanya sebuah format tapi sebuah proses.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda hari ini memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi di ruang digital. Mahasiswa sebagai agen intelektual diharapkan tidak hanya aktif memproduksi konten, tetapi juga mampu menghadirkan tulisan yang bernilai, edukatif, dan mencerahkan.
Kegiatan talkshow ini juga membahas pentingnya membaca kritis sebagai bentuk literasi digital. Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, kemampuan memverifikasi informasi menjadi keterampilan yang sangat penting. Melalui forum ini, peserta diajak memahami bahwa membaca dengan tepat sama pentingnya dengan menulis dengan cepat.
Selain menjadi sarana diskusi, kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen DEMA KM IAI An-Nawawi dalam membangun budaya akademik yang progresif dan berkualitas. Bazar buku yang menjadi bagian dari rangkaian acara turut menghadirkan semangat baru untuk menumbuhkan minat baca di kalangan mahasiswa dan masyarakat.
Melalui talkshow literasi ini, DEMA KM Institut Agama Islam An-Nawawi berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cakap di dunia digital, tetapi juga bijak dalam berpikir, kritis dalam membaca, dan bertanggung jawab dalam menulis. Karena,
Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju teknologinya, tetapi bangsa yang hidup budaya literasinya.

Comment