Home / IAI An-Nawawi / Dosen IAI An-Nawawi Purworejo Raih Predikat Peserta Teraktif di Workshop Jurnalistik NU
Berita IAI An-Nawawi

Dosen IAI An-Nawawi Purworejo Raih Predikat Peserta Teraktif di Workshop Jurnalistik NU

Purworejo, annawawiberjan.id (27/05/2026) Dosen Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo, Miftahur Rahman, meraih apresiasi sebagai peserta teraktif dalam Workshop Jurnalistik bertema “Menuliskan Kebaikan, Menyebarkan Kemanfaatan” yang digelar LTN NU Purworejo di Pondok Pesantren Al Faham, Ahad (24/5/2026).

Kegiatan yang diikuti peserta dari unsur PCNU, badan otonom (banom), hingga MWC NU se-Kabupaten Purworejo tersebut menjadi wadah penguatan kapasitas kader Nahdliyin di bidang media dan literasi digital.

Dalam workshop tersebut, Miftahur yang hadir sebagai delegasi dari LPTNU Purworejo dinilai aktif dalam berdiskusi, menyampaikan gagasan, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara antusias.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Muhaimin dengan materi Jurnalisme Inspiratif, Lukman Khakim yang menyampaikan materi Teknik Penulisan Jurnalistik, Rinto Hariyadi terkait Fotografi Jurnalistik, M. Hidayatullah mengenai Publikasi Digital, serta Ahmad Naufa Kh. F. yang membahas Manajemen Redaksi.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Peserta tidak hanya mendapatkan materi dasar jurnalistik dan pengelolaan media digital, tetapi juga mengikuti praktik langsung penulisan berita dan diskusi mengenai tantangan media di era digital.

Miftahur Rahman mengaku tidak menyangka mendapatkan apresiasi tersebut. Menurutnya, penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan jurnalistik sebagai bagian dari dakwah digital yang membawa manfaat bagi masyarakat.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mengikuti workshop ini dan mendapatkan banyak ilmu baru. Apresiasi ini tentu menjadi penyemangat untuk terus belajar menulis dan menyebarkan informasi yang positif serta bermanfaat,” ujarnya.

Ia juga menilai kegiatan seperti ini sangat penting di tengah perkembangan media digital yang begitu cepat. Menurutnya, warga Nahdliyin perlu memiliki kemampuan literasi agar mampu menghadirkan informasi yang akurat, menyejukkan, dan tidak mudah terpengaruh berita hoaks.

“Sekarang media sosial menjadi ruang yang sangat luas. Karena itu, kader NU harus bisa ikut mengisi ruang digital dengan konten yang baik, edukatif, dan membawa kemanfaatan,” tambahnya.

Panitia workshop turut mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai menunjukkan tingginya kepedulian warga NU terhadap dunia literasi dan media digital. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir kader-kader jurnalistik Nahdliyin yang mampu menjadi penyebar informasi positif sekaligus penguat dakwah di era modern.

Semangat “Menuliskan Kebaikan, Menyebarkan Kemanfaatan” menjadi pesan penting bahwa tulisan tidak sekadar media informasi, tetapi juga sarana dakwah dan pengabdian kepada masyarakat luas.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *