Home / IAI An-Nawawi / Dari Akar Kolaborasi Menuju Sayap Transformasi: Malam Puncak Dies Natalis XXV IAI An-Nawawi
Berita IAI An-Nawawi

Dari Akar Kolaborasi Menuju Sayap Transformasi: Malam Puncak Dies Natalis XXV IAI An-Nawawi

Purworejo, annawawiberjan.id (30/05/2026) Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo sukses menyelenggarakan Malam Puncak Dies Natalis ke-25 (Milad Perak) pada Sabtu malam, di Auditorium IAI An-Nawawi Purworejo. Mengusung tema “Roots of Collaboration, Wings of Transformation”, perayaan ini menjadi momentum refleksi perjalanan seperempat abad pengabdian institusi dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

Acara yang dihadiri oleh jajaran rektorat, dewan senat, pengurus yayasan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta tamu undangan tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah. Malam puncak menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang kampus yang terus berkembang dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pesantren sebagai fondasi utama.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars dan Himne IAI An-Nawawi yang dipandu oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Gita Genti Dikara. Suasana semakin khusyuk dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Muhammad Khairun Nadirin, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis XXV, Khairul Wafa Kamal Faza, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan panjang IAI An-Nawawi selama 25 tahun.

Perjalanan seperempat abad ini tidak dibangun oleh satu atau dua orang, melainkan oleh dedikasi banyak pihak yang dengan tulus mengabdikan tenaga, pikiran, dan do’a untuk kemajuan kampus. Ungkapnya.

Sebagai simbol rasa syukur atas usia perak institusi, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan An-Nawawi Berjan yang didampingi oleh Rektor IAI An-Nawawi Purworejo dan Ketua Panitia Dies Natalis.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Refleksi Usia Perak: Saatnya Menatap Masa Depan

Dalam sambutannya, Rektor IAI An-Nawawi Purworejo, Ibu Ashfa Khairunnisa menegaskan bahwa Dies Natalis bukan sekadar perayaan bertambahnya usia lembaga, melainkan momentum untuk melakukan refleksi dan menyusun langkah strategis ke depan.

Rektor mengajak seluruh civitas akademika untuk melihat perjalanan kampus dengan rasa syukur, melakukan introspeksi terhadap berbagai tantangan yang telah dilalui, serta membangun optimisme menuju masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, keberhasilan kampus selama ini bukan hanya hasil pembangunan fisik semata, melainkan buah dari kerja keras seluruh sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.

Kampus ini tidak dibangun oleh kokohnya bangunan, tetapi oleh manusia-manusia yang bekerja dengan hati. Mulai dari dosen, tenaga kependidikan, petugas kebersihan, keamanan, hingga mahasiswa yang menjadi bagian penting dalam perjalanan institusi ini.

Beliau juga menegaskan pentingnya budaya kerja kolektif dengan mengutip prinsip “The whole is greater than the sum of its parts”, bahwa kemajuan kampus merupakan hasil sinergi bersama, bukan keberhasilan individu.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Ke depan, IAI An-Nawawi ditargetkan menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan identitas kepesantrenan yang menjadi akar dan karakter khas institusi.

Pesan Muassis: Adab Harus Berada di Atas Ilmu

Meskipun berhalangan hadir secara langsung, Ketua Dewan Senat sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, K.H. Ahmad Chalwani Nawawi, menyampaikan pesan melalui tayangan video resmi.

Dalam tausiyahnya, Kiai Chalwani menegaskan pentingnya prinsip “Al-Adabu Fauqal ‘Ilmi” atau adab di atas ilmu. Kecerdasan intelektual tanpa adab tidak akan membawa keberkahan.

Ketua Dewan Senat mengisahkan perjalanan Azazil (Iblis) yang memiliki ilmu dan ibadah luar biasa, namun akhirnya terusir dari rahmat Allah Swt. karena kesombongan dan hilangnya adab.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Melalui kisah tersebut, Kiai Chalwani berharap IAI An-Nawawi terus melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta mampu menjadi penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.

Menjaga Harmoni Kampus dan Pesantren

Sementara itu, Ketua Yayasan An-Nawawi Berjan, K.H. Raden Muhammad Maulana Alwi mengajak seluruh hadirin untuk mengenang jasa para perintis dan pendiri yang telah meletakkan fondasi kampus hingga berkembang seperti saat ini.

Beliau mengawali tausiyahnya dengan mengajak seluruh peserta mengirimkan do’a dan hadiah Al-Fatihah kepada para muassis dan tokoh perjuangan, di antaranya Almarhum K.H. Nawawi Siddiq, Nyai Saudah, K.H. Raden Mahsun Zain, serta para pejuang lainnya yang telah wafat.

Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menjaga harmonisasi antara pesantren dan perguruan tinggi.

Pondok pesantren dan kampus lahir dari cita-cita besar yang sama. Karena itu, tidak boleh ada pihak yang mempertentangkan keduanya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya membangun akhlak sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, ilmu agama harus mampu melahirkan pribadi yang menghormati sesama, membumi, serta memiliki kepekaan sosial terhadap berbagai persoalan bangsa.

Selain itu, beliau mendorong alumni IAI An-Nawawi untuk semakin aktif berkontribusi dalam merespons isu-isu strategis kepesantrenan dan pendidikan di tingkat nasional.

Apresiasi Prestasi dan Dedikasi

Pada kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan para pemenang berbagai perlombaan tingkat sekolah dan pesantren yang telah diselenggarakan dalam rangkaian Dies Natalis XXV.

Selain itu, diberikan penghargaan kepada civitas akademika yang dinilai berprestasi dan berdedikasi tinggi. Penghargaan internal diberikan kepada:

  • Mahasiswa Teladan: Infitakhummafarikha (HKI Semester 6)
  • Mahasiswa Literasi Terbaik: Anggun Mutia Dewi (MBS Semester 4)
  • Karyawan Teladan (Khidmah Tulus): Suharianto
  • Dosen Terbaik I: Muhammad Mahdum, S.Sy., M.Pd.
  • Dosen Terbaik II: Hari Widianto, S.H., M.Si.
  • Dosen Terbaik III: Ida Faridah, M.Pd.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, dan kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan kampus.

Perayaan Seperempat Abad

Sebagai penutup, hadirin disuguhkan penampilan seni dari berbagai unit kegiatan mahasiswa. UKM Teater Panter Geni membawakan drama berjudul “Gugur Satu-satu Kelopak” yang mengangkat tema perlawanan terhadap penindasan ruang budaya dan pentingnya menjaga kebebasan berekspresi.

Suasana haru dan bangga semakin terasa ketika PSM Gita Genti Dikara mempersembahkan lagu khusus Milad IAI An-Nawawi yang menggambarkan perjalanan, perjuangan, dan harapan besar kampus di masa depan.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan tahmid bersama dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta nonton bareng pertandingan sepak bola yang semakin menghangatkan suasana kebersamaan antar civitas akademika.

Perayaan Dies Natalis ke-25 IAI An-Nawawi Purworejo berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh khidmat. Momentum Milad Perak ini tidak hanya menjadi perayaan perjalanan sejarah institusi, tetapi juga peneguhan komitmen bersama untuk terus menjaga akar kolaborasi serta mengembangkan sayap transformasi menuju kampus yang unggul, berkarakter, dan berdampak bagi masyarakat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *