Purworejo, annawawiberjan.id (09/06/2026) Pondok Pesantren An-Nawawi menyelenggarakan kegiatan Lailatul Muwadaah di Masjid Wisma Kamaliyah pada Selasa malam. Kegiatan yang menjadi penanda berakhirnya kurikulum pembelajaran tersebut diisi langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, K.H. Achmad Chalwani.
Dalam kesempatan tersebut, K.H. Achmad Chalwani menekankan pentingnya menjaga identitas dan jiwa santri di mana pun berada. Menurut K.H. Achmad Chalwani, para santri hendaknya tetap mengingat pesantren sebagai tempat menimba ilmu meskipun telah menyelesaikan masa belajar.
Pesan saya, kalian harus tetap berjiwa santri. Dengan segala kekurangannya, An-Nawawi tetaplah tempat kalian pernah belajar. Tutur K.H. Achmad Chalwani.

Pada kesempatan yang sama, K.H. Achmad Chalwani juga mengingatkan pentingnya menghormati guru sebagai salah satu karakter utama seorang santri.
مَنْ اسْتَخَفَّ بِأُسْتَاذِهِ، ابْتَلَاهُ اللّٰهُ بِثَلَاثِ بَلِيَاتٍ: كَلَّ لِسَانُهُ، وَنَسِيَ مَا حَفِظَ، وَافْتَقَرَ فِيْ آخِرِ حَيَاتِهِ.
Barang siapa meremehkan gurunya, niscaya Allah akan menimpakan tiga cobaan, yaitu lupa terhadap hafalannya, berat atau kelu lidahnya, serta menjadi fakir pada akhir kehidupannya. Terang K.H. Achmad Chalwani.
Selain menyampaikan pesan, K.H. Achmad Chalwani juga mendoakan seluruh santri agar senantiasa memiliki jiwa santri yang utuh.
Mudah-mudahan jiwa santri semuanya utuh.
مِنْ يَوْمِنَا هٰذَا إِلٰى يَوْمِ دُخُوْلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فِي الْجَنَّةِ
Sementara itu, Pembina Pondok Pesantren An-Nawawi, Mas Salik Iqtafa, mengajak para santri untuk senantiasa menjaga hubungan spiritual dengan guru melalui doa dan tawasul.
Jangan lupa bertawasul untuk menjaga hubungan (ta’alluq). Jika kalian tidak bisa menjaga seluruh amalan yang diajarkan di pondok, paling tidak bertawasullah untuk menjaga hubungan tersebut. Ujar Mas Salik Iqtafa.

Pesan serupa turut disampaikan oleh Pembina Pondok Pesantren An-Nawawi, Hj. Ashfa Khairunnisa’. Dalam sambutannya, Hj. Ashfa Khairunnisa’ mengajak para santri untuk selalu mengingat jati diri mereka sebagai santri dalam setiap aspek kehidupan.
Semoga tetap ingat jati dirinya sebagai santri, di mana pun, kapan pun, dan ke mana pun kalian pergi, baik dalam bertindak, berpikir, maupun memimpin. Tutur Hj. Ashfa Khairunnisa’.
Hj. Ashfa Khairunnisa’ juga menyampaikan pentingnya kesadaran diri dalam kehidupan bermasyarakat.

Kita tidak kehilangan orang pintar, kita tidak kehilangan orang berbakat, tetapi kita kehilangan orang yang tahu diri dan sadar posisi. Tambah Hj. Ashfa Khairunnisa’.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, perwakilan dari santri yang akan berkhidmah di rumah (Boyong), Fa’id Musafi, menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada pengasuh, keluarga ndalem, serta dewan asatiz dan asatizah atas bimbingan yang telah diberikan selama masa pendidikan di Pondok Pesantren An-Nawawi.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak K.H. Achmad Chalwani beserta keluarga yang telah mendidik kami hingga memahami ilmu yang diajarkan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dewan asatiz dan asatizah yang telah membimbing kami sejak awal hingga akhir masa belajar. Tidak ada balasan yang dapat kami berikan selain do’a, Jazākumullāhu khairan katsīran. Tutur Fa’id Musafi.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri Pondok Pesantren An-Nawawi tersebut berlangsung dengan lancar dan menjadi simbol berakhirnya tahun ajaran di lingkungan Pondok Pesantren An-Nawawi.

Comment