Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo menggelar Laporan Akhir Tahun Kepengurusan 1447–1448 H./2025–2026 M. pada Selasa (30/6/2026) di Gedung TQN Banjaran, Gebang, Purworejo. Agenda meliputi penyampaian laporan kepengurusan Pondok Putra dan Putri, pembacaan SK Reshuffle Kepengurusan 2026–2027 M./1448–1449 H., pengarahan pengasuh, serta mau’idhoh khasanah.
Dalam pembacaan SK Reshuffle, Chazbi Ngubaidillah ditetapkan sebagai Kepala Pondok Pesantren An-Nawawi Putra, sedangkan Naily An Ngimatul Azka kembali dipercaya memimpin Pondok Pesantren An-Nawawi Putri.
Dalam keputusan tersebut, Maskun Syafi’i ditetapkan sebagai Kepala Bagian Pendidikan dan Pengajaran Pondok Pesantren An-Nawawi Putra. Sementara itu, Anisa Fadhilah sebagai Kepala Bagian Pendidikan dan Pengajaran Pondok Pesantren An-Nawawi Putri untuk masa khidmah 2026–2027 M./1448–1449 H.
Mengawali mau’idhoh khasanah, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kiai Achmad Chalwani, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus periode 1447–1448 H. atas khidmah selama satu tahun.
Saya sebagai orang yang dituakan di An-Nawawi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus lama yang telah berkhidmah di sini. Mudah-mudahan menjadi khidmatan mubarakah, khidmatan azizah, khidmatan karimah, ujar Kiai Chalwani.
Kiai Chalwani juga mengingatkan bahwa perkembangan Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan tidak terlepas dari doa para masyayikh dan pentingnya meneruskan perjuangan para pendahulu.
Kamu harus bersyukur berada di pesantren ini. Berjan berkembang karena doa para guru, kata Kiai Chalwani.
Kepada pengurus baru, Kiai Chalwani berpesan agar menjaga semangat belajar serta tidak sungkan meminta bimbingan kepada sesama pengurus maupun para guru apabila menemui kesulitan.
Kalau belum paham, jangan malu bertanya kepada teman. Jangan merasa sungkan. pesan Kiai Chalwani
Ketua Yayasan An-Nawawi, Kiai Maulana Alwi, mengingatkan agar pengurus melanjutkan program-program baik dari kepengurusan sebelumnya, memperkuat koordinasi dan komunikasi, serta menjaga amanah dalam mendampingi santri.
Jangan sampai setiap berganti kepengurusan justru mengganti semuanya. Yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi dan menyempurnakan program agar menjadi lebih baik, ujar Kiai Maulana Alwi.
Lebih lanjut, Kiai Maulana Alwi menegaskan bahwa menjadi pengurus berarti menerima amanah dari pengasuh untuk membantu membimbing para santri.
Kalau kita sudah menyanggupi menjadi pengurus, berarti kita menerima titipan dari para pengasuh untuk mendampingi santri. Jangan sampai urusan pribadi membuat kita meninggalkan amanah tersebut, tegas Kiai Maulana Alwi.
Kiai Maulana Alwi juga mengingatkan bahwa pesantren harus menjadi lingkungan pendidikan yang aman dari berbagai bentuk perundungan maupun pelecehan.
Pesantren saat ini masih menghadapi banyak ujian. Mari kita jadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang aman dan bersih dari perilaku yang tidak baik, baik perundungan maupun pelecehan, dengan meningkatkan kewaspadaan bersama, tutur Kiai Maulana Alwi.
Pada sesi laporan kepengurusan, Muhammad Ato Ibnu Ribah menyampaikan bahwa kepengurusan Pondok Putra melanjutkan program sebelumnya dengan berbagai peningkatan, khususnya di bidang pembelajaran. Salah satu capaian yang diraih ialah 13 santri putra berhasil khatam Alfiyah dalam satu kali duduk.
Tahun ini terdapat banyak peningkatan, khususnya dalam bidang pembelajaran santri. Salah satu capaian yang patut disyukuri ialah 13 santri putra berhasil khatam Alfiyah dalam satu kali duduk, ujarnya.
Sementara itu, Nayli An Ngimatul Azka melaporkan peningkatan kedisiplinan santri putri dibandingkan tahun sebelumnya.
Alhamdulillah, kedisiplinan santri putri menunjukkan peningkatan yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, ujarnya.
Menutup mauidhah hasanah, Kiai Achmad Chalwani kembali menegaskan bahwa istiqamah merupakan kunci keberhasilan dalam menuntut ilmu maupun menjalankan amanah kepengurusan.
Koe tak jaluk istiqomah, karena istiqomah itu kunci sukses. Ojo dumeh pengurus ora gelem khidmah, tegas Kiai Chalwani.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin Kiai Achmad Chalwani.





Comment