Home / Kajian Masyayikh / Kiai Achmad Chalwani Tekankan Sanad Keilmuan dan Adab Santri dalam Haul Muassis An-Nawawi Berjan
Kajian Kajian Masyayikh

Kiai Achmad Chalwani Tekankan Sanad Keilmuan dan Adab Santri dalam Haul Muassis An-Nawawi Berjan

Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggelar Haul KH. Zarkasyi ke-113, KH. Shiddieq ke-78, dan KH. M. Nawawi ke-45 pada Rabu Pahing (04/02/2026), bertepatan dengan 16 Syaban 1447 Hijriyyah. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pendidikan An-Nawawi Berjan tersebut dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan disiarkan secara langsung melalui layanan live streaming.

Pengasuh Pondok Pesantren Putra Putri An-Nawawi Berjan, KH. Achmad Chalwani, dalam sambutannya menegaskan bahwa haul bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum spiritual untuk menjaga kesinambungan sanad keilmuan, meneguhkan adab santri, serta ngalap berkah dari para ulama pendiri pesantren.

Dalam awal sambutannya, Kiai Achmad Chalwani menyampaikan penghormatan kepada para masayikh, mursyid, badal thariqah, para tokoh Nahdlatul Ulama, jajaran pemerintah daerah, serta tamu undangan yang hadir dari berbagai wilayah.

Beliau mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada seluruh tamu undangan dan jamaah yang hadir dalam khaul ini. Menurutnya, kehadiran para ulama dalam majelis haul membawa keberkahan tersendiri bagi pesantren dan jamaah.

Rawuh panjenengan sedaya niki dudu namung rawuh fisik, nanging rawuhipun para kiai menika rawuhipun barokah. (Kedatangan anda sekalian ini bukan hanya datang secara fisik, tapi kedatangan para kiai ini, kedatangannya berkah). Tutur Kiai Achmad Chalwani.

Beliau juga menambahkan bahwa khaul merupakan sarana untuk menghidupkan kembali ingatan terhadap jasa dan perjuangan para ulama serta sesepuh pesantren, sekaligus menjadi wasilah mempererat silaturahmi keilmuan melalui doa dan tawassul.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Pada kesempatan tersebut, Kiai Achmad Chalwani juga mengisahkan sejarah sesepuh Pondok Berjan, khususnya KH. Zarkasyi, yang memiliki hubungan sanad keilmuan dengan ulama besar Nusantara, seperti KH. Sholeh Darat Semarang.

Pada suatu ketika kiai Zarkasyi bersilaturrahmi ke kediaman mbah Sholeh Darat di Semarang, beliau menyampaikan keresahannya karena majelis ta’lim yang beliau bina tidak mengalami perkembangan yang signifikan, Kiai Sholeh yang mendengar keresahan muridnya tersebut memberikan nasihat kepada Kiai Zarkasyi agar Majelis yang beliau rintis dipindah, karena waktu itu wilayah atau desa tersebut sudah terdapat seorang ulama juga yaitu Kiai Imam Puro.

Setelah memberikan nasihat tersebut, Kiai Sholeh Darat memberikan bekal kepada muridnya berupa dua banon (batu bata) kepada Kiai Zarkasyi. Sesampai di Purworejo beliau bermukim di suatu daerah yang letaknya di sebelah baratnya kediaman yang dulu beliau tinggali. Sampai disana batu bata yang beliau bawa dari Semarang dijadikan modal awal dalam pembangunan langgar nya.

Setelah itu, lambat laun langgar tersebut mengalami peningkatan yang sangat pesat dan berkembang sampai saat ini menjadi Pondok Pesantren Putra Putri An-Nawawi. Disana beliau juga menamakan wilayah tersebut sebutan Desa Berjan (Sumbering Kabejan).

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Dari perjalanan menuntut ilmu, tirakat, dan pengabdian para sesepuh kepada gurunya inilah yang kemudian berdiri langgar serta majelis pengajaran agama yang menjadi cikal bakal keberhasilan suatu majelis ta’lim,

Pondok menika mboten dumadakan wonten, nanging tuwuh saking perjuangan, tirakat, lan keikhlasan para sesepuh. (Pondok ini bukan tiba-tiba muncul, tapi dari tumbuhnya perjuangan, tirakat, dan keikhlasan pendahulu). Ungkap Kiai Chalwani.

Menurutnya, pesantren tidak berdiri semata sebagai institusi pendidikan formal, melainkan tumbuh dari fondasi spiritual yang kuat. Oleh karena itu, generasi santri masa kini memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nilai perjuangan para pendahulu agar sanad keilmuan dan spiritual tidak terputus oleh perkembangan zaman.

Lebih lanjut, Kiai Achmad Chalwani menegaskan bahwa tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama tidak dapat dipisahkan dari keterpaduan antara syariat dan thariqah. Ia mencontohkan para ulama besar NU, termasuk Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, yang memiliki guru dalam bidang syariat sekaligus guru thariqah.

Pendiri NU gadah guru syariat lan guru thariqah. Niki bukti bilih sanad ilmu lan sanad rohani kedah sami dipun jaga. (Pendiri NU punya guru syariat dan guru thariqah. Ini bukti bahwa sanad ilmu dan sanad rohani harus sama-sama dijaga). Jelas Kiai Chalwani.

Menjelang akhir sambutan, Kiai Achmad Chalwani memberikan penekanan khusus terkait adab santri kepada guru. Ia menyampaikan sebuah dalil yang menjadi pengingat bagi para penuntut ilmu agar senantiasa menjaga sikap hormat kepada para pendidik.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

مَنْ اِسْتَخَفَّ بِأُسْتَاذِهِ، اِبْتَلَاهُ اللّٰهُ بِثَلَاثِ بَلِيَاتٍ: كَلَّ لِسَانُهُ، وَنَسِيَ مَا حَفِظَ، وَافْتَقَرَ فِيْ آخِرِ حَيَاتِهِ

Menurutnya, orang yang tidak menghormati gurunya akan diuji dengan tiga hal, yakni ilmunya tidak bermanfaat, mudah lupa terhadap hafalan yang telah dipelajari, dan mengalami kehinaan di akhir kehidupannya. Karena itu, ia mengingatkan agar santri tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga senantiasa menjaga adab dan berharap doa dari para masayikh.

Barokah niku mboten namung saking pinter, nanging saking adab lan donga guru. (Berkah itu bukan hanya dari pintar saja, tapi dari adab dan do’a guru). Pungkas Kiai Chalwani.

Haul muassis Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan tersebut menghadirkan penceramah Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan para sesepuh, kekuatan sanad keilmuan, serta tradisi adab pesantren dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi santri serta warga Nahdlatul Ulama secara luas.

Comment

  1. pisang123 says:

    [4762]pisang123 | Login Resmi Link Alternatif Situs Slot Gacor Hari Ini,pisang123 menyediakan link alternatif resmi untuk akses mudah. Daftar casino deposit dana sekarang dan pelajari cara main baccarat online dengan praktis. Gabung yuk! visit: pisang123

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *