Home / Kajian Masyayikh / Hidup dalam Doa Para Wali: Hikmah Mau‘idhah Hasanah Gus Reza pada Haul Muassis Berjan 2026
Kajian Kajian Masyayikh

Hidup dalam Doa Para Wali: Hikmah Mau‘idhah Hasanah Gus Reza pada Haul Muassis Berjan 2026

Haul para muassis bukan sekedar agenda tahunan, melainkan momentum ruhani untuk menyambung kembali hubungan batin antara murid dan guru, antara generasi sekarang dengan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi keilmuan dan keberkahan. Dalam rangka Haul Muassis Berjan 2026, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, LC., MA. (Gus Reza) menyampaikan mau‘idhah hasanah yang sarat hikmah, mengajak jamaah memahami makna wafatnya para ulama, kedudukan wali Allah, serta pentingnya menjaga silsilah keilmuan dan spiritual.

Ulama Wafat, Keberkahannya Justru Semakin Mengalir

Gus Reza mengawali mau‘idhah dengan rasa syukur dan penghormatan kepada KH. Achmad Chalwani, sosok yang setiap kebersamaan dengannya selalu menghadirkan hikmah, faidah hidup, serta ijazah amalan. Kemudian Gus Reza menukil sebuah kisah yang berasal dari kerabatnya dari Turki, bahwa terdapat seorang ulama Bernama Syaikh Sulaiman Hilmi Tunahan, seorang ulama revolusioner.

Beliau pernah dawuh:

إِذَا مَاتَ الْعَالِمُ فَكَأَنَّمَا سَيْفٌ خَرَجَ مِنْ غِرَابِهِ

“Apabila seorang alim wafat, maka ia seperti pedang yang keluar dari sarungnya.”

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Maknanya, ketika seorang ulama, orang sholih, atau wali Allah wafat, do’a dan keberkahan mereka justru semakin tajam dan mustajab. Derajat mereka yang sangat dekat dengan Allah Swt. menjadikan do’a-do’anya lebih luas manfaatnya bagi umat.

Hal ini dikuatkan dalam kitab Sirajuth Thalibin karya Mbah Kiai Ihsan Jampes, yang menukil dawuh al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad:

إِذَا مَاتَ الْوَلِيُّ كَانَ اعْتِنَاؤُهُ بِتَلَامِيْذِهِ وَأَقَارِبِهِ وَمَنْ كَانَ مَعَهُ فِي حَيَاتِهِ أَكْثَرَ مِنِ اعْتِنَائِهِ بِهِمْ فِي حَيَاتِهِ

“Apabila seorang wali Allah wafat, maka perhatiannya kepada murid-muridnya, kerabatnya, dan orang-orang yang pernah bersamanya justru lebih besar dibandingkan ketika beliau masih hidup.”

Dari sinilah Gus Reza mengajak jamaah berharap dan berdoa agar semua mendapatkan limpahan doa serta keberkahan para ashabul haul: Mbah Kiai Zarkasyi, Mbah Kiai Shidiq, dan Mbah Kiai Nawawi.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Para Wali Tidak Pernah Mati

Gus Reza kemudian menguatkan dengan firman Allah Swt.:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًاۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ

“Janganlah kamu mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka hidup di sisi Tuhan mereka dan mendapat rezeki.” (QS. Ali ‘Imran: 169)

Imam Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan bahwa ayat ini tidak hanya berlaku bagi syuhada perang, tetapi juga mencakup orang-orang sholih, para wali Allah, dan aulia.

Gus Reza lalu mengulas secara singkat keagungan sanad keilmuan para ulama besar seperti Imam As-Suyuthi, Imam Jalaluddin Al-Mahalli, hingga syaikh Zakariya Al-Anshari, ulama besar yang berada “di antara para raksasa ilmu”, sehingga dijuluki al-‘Ulamā’ bayna Jalālayn, bayna Hajarayn, bayna Kalāmayn. Syaikh Zakariya Al-Anshori merupakan ulama ternama, beliau terletak diantara guru dan muridnya yang alim ‘alamah, bayna Jalalayni yaitu antara gurunya syaikh Jalaludin al-Mahali dan muridnya syaikh Jalaludin as-Suyuthi, bayna Hajaroyni yaitu antara syaikh Hajar Asqolani dan syaikh Hajar al-Hitami, dan bayna Kalamayni yaitu antara syaikh al-Kamal Ibnu Himam dan syaikh al-Kamal ibnu Syarif.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Penjelasan ini menegaskan bahwa kehidupan para wali tidak terputus oleh kematian, justru semakin kuat dalam memberi manfaat spiritual bagi umat disetiap zaman.

Haul sebagai Ruang Mendengar Sejarah dan Nasihat Para Guru

Kehadiran Gus Reza di haul ini juga dimaknai sebagai wasilah untuk mendengarkan kembali sejarah, kisah, dan dawuh para masayikh terdahulu. Cerita-cerita itu bersumber dari sanad yang jelas, salah satunya melalui Mbah Kiai Achmad Chalwani. Dengan mendengar kisah para ulama, hati jamaah diajak untuk kembali meneladani akhlak, perjuangan, dan keikhlasan mereka.

Cinta dan Kedekatan kepada Ashabul Haul

Gus Reza menekankan pentingnya menumbuhkan rasa senang, cinta, dan kedekatan kepada para ashabul haul. Kekaguman Gus Reza terlihat ketika menyaksikan jamaah yang memadati area hingga radius satu kilometer dari lokasi haflah. Semua hadir dengan satu niat: ngalap berkah dan berharap dapat bersanding secara batin dengan para muassis Berjan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa haul bukan sekadar keramaian, melainkan perjumpaan hati antara umat dan para wali Allah.

Menjaga Rantai Silsilah Guru dan Murid

Haul diharapkan benar-benar menjadi sarana ittishāl wa intijāzul antara kita dan para ashabul haul, yaitu menguatkan hubungan spiritual antara murid dan guru. Gus Reza menegaskan bahwa hubungan ini disebut silsilah atau rantai, karena sifatnya sangat kuat. Jika satu mata rantai terputus, maka tidak lagi layak disebut sebagai rantai.

Bahkan disebutkan dalam sebuah kaidah:

فَسَادُ مَا بَيْنَ السُّيُوْخِ وَالْعُلَمَاءِ مِنَ الْكَبَائِرِ

“Rusaknya hubungan dengan para guru dan ulama termasuk dosa besar.”

Pesan ini menjadi peringatan agar umat Islam senantiasa menjaga adab, hormat, dan loyalitas spiritual kepada guru-gurunya.

Mengamalkan Nasihat dan Meneladani Perilaku Para Muassis

Sebagai penutup, Gus Reza berdo’a dan berharap agar seluruh jamaah tidak hanya hadir secara fisik, tetapi mampu mengamalkan nasihat serta meneladani perilaku para ashabul haul dalam kehidupan sehari-hari. Haul sejati bukan hanya mengenang, melainkan melanjutkan perjuangan nilai, akhlak, dan keilmuan para pendahulu.

Mau‘idhah hasanah Gus Reza pada Haul Muassis Berjan 2026 mengajarkan bahwa wafatnya para ulama bukanlah akhir, melainkan awal dari keberkahan yang lebih luas. Dengan menjaga silsilah, mencintai para wali, dan mengamalkan nasihat mereka, umat Islam akan tetap hidup dalam naungan do’a dan rahmat Allah Swt. melalui para kekasih-Nya.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu tersambung dengan orang-orang sholih, beradab, dan istiqamah di jalan para ulama.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *