“Agaaam, kemari kak!, ke dapur bantuin mamaaa!” seru mama sambil sibuk memasak sayur capcay.

Sore itu, dihalaman rumah Agam, langit terlihat cerah dan sedikit berawan. Agam bersama teman-teman terlihat bersemangat menggocek bola kesana kemari sampai peluh membasahi deras baju kusut mereka. Sampai ketika seruan mama Agam menghentikan keseruan permainan bola. Dengan raut sebal Agam bergegas menghampiri mama di dapur rumah.

“Mama kenapa sih? gangguin Agam main bola sama temen-temen? Permainannya kan jadi berhenti,” ucap Agam dengan raut kesal sambil bersedekap dada.

“Agaaam, bantuin mama sebentar ya? Anterin sayur capcay ke kos-kosannya kak Hema, Suma, Gendhis, Abdul sama kak Yuri,” ucap mama sambil menyiapkan rantang yang berisi sayur.

“Sekarang ma?” ucap Agam mencoba bernegosiosi.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

“lya Agaaam, nanti keburu malam,” ucap mama lembut sembari menyodorkan rantang yang berisi penuh makanan.

“Huhhh, iya deh maa, Agam pergi dulu. Assalāmu’alaikum.”

“Wa’alaikumsālam hati-hati kak.”

Semburat jingga terlukis indah dilangit yang biru. Sepanjang perjalanan pulang, Agam bertanya-tanya tentang kebiasaan mamanya yang suka membagikan makanan. Sesampainya dirumah Agam langsung menanyakan tentang perihal tersebut.

“Mah, kenapa sih mama suka bagi-bagi makanan ke anak-anak kos? Padahal mereka kan bukan saudara kita?”

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

“Naaak, kamu mau tahu alasan mama suka bagi-bagi makanan
ke anak kos?” tanya mama sambil menatap Agam.

“Iya mah,” jawab Agam sambil menganggukkan kepala.

“Suatu saat nanti kalo Agam jauh dari mama, mama berharap apa yang mama lakukan sekarang, Agam merasakan hasilnya. Maksud mama, esok kelak banyak orang-orang yang baik disekitar Agam,” tambah mama.

7 tahun kemudian

“Oh jadi ini yang diharapkan mama, ternyata bener yaa…berasa. Selama Agam jauh dari mama karena mondok, banyak temen-temen yang sayang dan peduli dengan Agam. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, Allah Swt. akan menggantikannya dengan seribu kebaikan.”

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Sebagaimana hadis nabi,

مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللّٰهُ عِنْدَهُ عَشَرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ

“Barang siapa melakukan kebaikan, Allah Swt. akan mencatat di sisi-Nya sepuluh kebaikan sampai tujuh ralus kali lipat, bahkan berlipat ganda banyaknya.”

Penulis: Ana Rifqotul Masfufah

Editor: Tim Jurnalistik An-Nawawi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *