Home / Narasi Santri / Ini Tanda Orang yang Mendapatkan Lailatul Qadar Menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jilani
Himpunan Daerah IKATRIMA Kajian Narasi Santri

Ini Tanda Orang yang Mendapatkan Lailatul Qadar Menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jilani

Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat agung dan penuh kemuliaan. Keutamaannya bahkan disebut lebih baik daripada seribu bulan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr ayat 2:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

“Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ungkapan “wa mā adrāka” dalam Al-Qur’an biasanya digunakan untuk memperkenalkan peristiwa yang sangat besar dan luar biasa. Hal tersebut menunjukkan betapa agungnya kedudukan malam Lailatul Qadar di sisi Allah Swt.

Lailatul Qadar merupakan anugerah khusus dari Allah Swt bagi umat Muhammad Saw. Keistimewaan ini tidak diberikan kepada umat-umat nabi sebelumnya. Mayoritas ulama (jumhur) berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar hadir setiap tahun dan hanya terjadi pada bulan Ramadhan.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Riwayat menyebutkan bahwa kemunculan keutamaan Lailatul Qadar berkaitan dengan kegelisahan para sahabat yang membandingkan usia umat Nabi Muhammad dengan umat-umat terdahulu. Mereka menyadari bahwa usia umat Nabi Muhammad relatif lebih singkat, sehingga khawatir tidak mampu menandingi banyaknya amal umat sebelumnya yang berusia panjang.

Sebagai bentuk kasih sayang-Nya, Allah kemudian menganugerahkan Lailatul Qadar. Ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala setara dengan ibadah selama seribu bulan, atau sekitar 83 tahun lebih 4 bulan.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam sebuah hadis riwayat Muhammad Saw. disebutkan:

كَانَ رَسُوْلُ اللّٰهِ إِذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah mengencangkan kainnya (menjauh dari hubungan suami istri), menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”1

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Hal senada juga disampaikan oleh Aisyah binti Abu Bakar RA dalam hadis berikut:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”2

Berdasarkan hadis tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil, yakni malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.

Setiap muslim tentu berharap dapat meraih keutamaan malam tersebut. Sebab, ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar setara dengan ibadah selama seribu bulan.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Ulama besar sufi, Abdul Qadir al-Jilani, dalam kitab Al-Ghunyah li Thalibi Thariqil Haqq menjelaskan tentang tanda-tanda seseorang yang memperoleh Lailatul Qadar. Ia menukil sebuah riwayat:

يُقَالُ إِنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِذَا نَزَلَ مِنَ السَّمَاءِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ لَا يَدَعُ أَحَدًا مِنَ النَّاسِ إِلَّا سَلَّمَ عَلَيْهِ وَصَافَحَهُ

“Dikatakan bahwa ketika malaikat Jibril turun dari langit pada malam Lailatul Qadar, ia tidak melewati seorang manusia pun kecuali memberi salam dan menjabat tangannya.”

Karena malaikat termasuk makhluk gaib, salam dan “jabat tangan” tersebut tentu tidak seperti yang terjadi antar manusia. Dalam penjelasan selanjutnya, Syaikh Abdul Qadir al-Jilani menyebutkan tanda-tanda yang dapat dirasakan oleh orang yang mendapatkannya:

وَعَلَامَةُ ذَلِكَ ٱقْشِعْرَارُ جَلْدِهِ وَتَرْقِيْقُ قَلْبِهِ وَتَدْمِيْعُ عَيْنَيْهِ

“Tandanya adalah kulitnya merinding, hatinya menjadi lembut, dan matanya dipenuhi air mata.”3

Dengan demikian, orang yang mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar biasanya merasakan getaran spiritual yang mendalam. Kulitnya merinding, hatinya menjadi lebih lembut dan bijaksana, serta air matanya mudah mengalir sebagai ungkapan kegembiraan sekaligus rasa takut (khauf) kepada Allah Swt.

Semoga pada Ramadhan tahun ini kita termasuk orang-orang yang diberi kesempatan meraih kemuliaan Lailatul Qadar dan mendapatkan keberkahan yang dijanjikan Allah Swt.

Catatan Kaki:

  1. HR. Muhammad ibn Ismail al-Bukhari. ↩︎
  2. HR. Muhammad ibn Ismail al-Bukhari. ↩︎
  3. Abdul Qadir al-Jilani, Al-Ghunyah li Thalibi Thariqil Haqq. ↩︎

Editor: Tim Jurnalistik An-Nawawi

Comment

  1. longbets says:

    [490]longbets লগইন ও অ্যাপ ডাউনলোড | অনলাইন স্লট গেম সাইট,longbets লগইন করুন এবং লাইভ ক্যাসিনো খেলার নিয়ম জেনে নিন। বিকাশ দিয়ে ক্যাসিনো ডিপোজিট করে আজই আপনার পছন্দের গেম শুরু করুন। visit: longbets

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *