Home / Narasi Santri / Syair Lam Yahtalim Sering Dilantunkan, Tapi Sudah Tahu Artinya? Ini Maknanya
Himpunan Daerah IKTRIMEN Kajian Narasi Santri

Syair Lam Yahtalim Sering Dilantunkan, Tapi Sudah Tahu Artinya? Ini Maknanya

Setelah azan berkumandang, kita dianjurkan untuk melantunkan pujian (shalawat atau syiiran) sembari menunggu imam datang dan ikamah. Tradisi pujian setelah azan di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) sampai saat ini masih lestari, yang memang merupakan salah satu kultur yang wajib kita jaga. Pujian di sini bertujuan untuk memakmurkan masjid, mengisi waktu sebelum ikamah, dan sebagai sarana dakwah, serta termasuk sebagai bid’ah hasanah (inovasi baik) yang berdasar pada anjuran bershalawat.

Dalam tradisi pondok pesantren, terutama di Pondok Pesantren An-Nawawi, pujian dilantunkan setiap sebelum shalat berjamaah. Di Pondok An-Nawawi sendiri, shalawat atau pujian yang dilantunkan setiap waktu shalat berbeda-beda, tergantung jadwal shalatnya. Namun, ada satu pujian yang membuat saya terpikir untuk menulis artikel ini.

Pujian itu sering kita lantunkan setiap setelah azan Magrib, yaitu Syair Lam Yahtalim
Bagi yang belum tahu, pasti berpikiran, “Ini pujian apa sih? Lafalnya susah, tapi kok pada hafal?” Nah, setelah saya cari tahu, ternyata Syair Lam Yahtalim dalam tradisi keilmuan dinamakan al-Syamail al-Muhammadiyah al-Syarifah yang berarti “keistimewaan Nabi Muhammad Saw. yang mulia”.

Syair ini memang sudah tidak asing di kalangan santri, akan tetapi yang mengetahui artinya mungkin hanya sebagian. Saya mencoba mencari arti syair itu dari beberapa sumber ilmiah.

Hikayat di Balik Bait Syair Lam Yahtalim

Syair Lam Yahtalim ialah sebuah syair yang berisi tentang berbagai keistimewaan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad Saw. yang tidak dimiliki oleh manusia biasa seperti kita pada umumnya. Syair Lam Yahtalim biasa dibaca atau diwiridkan oleh KH. Dalhar Watucongol pada setiap selesai shalat fardu, dan sering kali dibaca setelah azan Magrib di waktu jeda antara azan dan ikamah.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Ada juga beberapa pondok pesantren yang membacanya sebelum mulai mengaji. Syair ini sebenarnya tidak hanya berisi tentang keistimewaan Nabi Saw. saja, tetapi juga ajakan untuk menghafalkannya agar terhindar dari bala’ (bahaya) kebakaran, pencurian, dan musibah.

Mengenai syair ini, dikutip dari kitab Marāqi al-’Ubūdiyah Syarah ‘Alā Bidāyat al-Hidāyah karya Imam Al-Ghazali yang ditulis oleh Syaikh Nawawi Al-Bantani Al-Jawi (halaman 3), menyebutkan:

لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰـهَ مُطْـلَقًا أَبَدًا # وَمَا تَثـَائَبَ أَصْـلاً فِيْ مَدَى الزَّمَنِ

Belum pernah sekalipun, Taha (Nabi Muhammad) ihtilam (bermimpi basah), dan sama sekali Beliau tidak pernah menguap di sepanjang hayatnya.

مِنْهُ الدَّوَابُ فَـلَمْ تَهْرَبْ وَمَـا وَقَعَتْ # ذُبَابَةٌ أَبَـدًا فِيْ جِسْمِـهِ الْحَسَنِ

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Darinya binatang tidak lari dan belum pernah hinggap seekor lalat di tubuhnya yang bagus.

بِخَلْـفِهِ كَأَمَـامٍ رُؤْيَةٌ ثَـــبَتَتْ # وَلَا يُرٰى إِثْـرُ بَوْلٍ مِـنْهُ فِيْ عَلَنِ

Sisi belakang beliau sama seperti sisi depan (mampu melihat), dan bekas air seninya tidak terlihat meski di tempat nyata.

وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَـمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ # وَلَا يُرٰى ظِلُّهُ فِيْ الشَّمْسِ ذُوْ فَـطَنِ

Qalbunya tak pernah tidur sekalipun mata mengantuk, dan bayangan tubuhnya tidak terlihat ketika disinari matahari.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

كَـتْفَاهُ قَدْ عَلَـتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا # عِنْـدَ الْوِلَادَةِ صِـفْ يَا ذَا بِمُخْتَتَنِ

Kedua bahunya selalu terlihat lebih tinggi dari bahu yang lainnya ketika bermajelis, dan ketika lahir terangkanlah bahwa Nabi sudah terkhitan.

هَذِي الْخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أٰمِنًا # مِنْ شَرِّ نَـارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِـنْ مِحَنِ

Keistimewaan ini hafalkanlah agar kau aman dari keburukan api kebakaran, pencurian, dan bencana lain.

Berikut penjelasan Keistimewaan Kanjeng Nabi Saw:

Tidak Pernah Mimpi Basah dan Menguap

لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰـهَ مُطْـلَقًا أَبَدًا # وَمَا تَثـَائَبَ أَصْـلاً فِيْ مَدَى الزَّمَنِ

Jika kita membaca kitab al-Anwār al-Muhammadiyah min al-Mawāhib al-Laduniyah, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw. memiliki keistimewaan yang luar biasa. Ibnu Abbas berkata bahwa tidaklah pernah seorang nabi bermimpi basah sama sekali seumur hidupnya, karena ihtilam itu datang dari setan. Dalam kitab Ghāyah al-Sūl fi Khasā’is al-Rasūl juga dijelaskan bahwa beliau tidak pernah menguap sepanjang hidupnya, karena menguap juga dianggap berasal dari setan.

Disukai Binatang dan Tidak Dihinggapi Lalat

مِنْهُ الدَّوَابُ فَـلَمْ تَهْرَبْ وَمَـا وَقَعَتْ # ذُبَابَةٌ أَبَـدًا فِيْ جِسْمِـهِ الْحَسَنِ

Diriwayatkan dari Aisyah r.a. dalam kitab Ghāyah al-Sūl, binatang jinak akan tetap tenang dan diam di tempatnya jika Rasulullah berada di dekat mereka. Al-Suyuthi dalam al-Khashāish al-Kubra juga mengutip Qadhi ‘Iyadh bahwa tidak pernah ada lalat yang hinggap di tubuh maupun pakaian beliau.

Melihat Belakang dan Rahasia Air Seni

بِخَلْـفِهِ كَأَمَـامٍ رُؤْيَةٌ ثَـــبَتَتْ # وَلَا يُرٰى إِثْـرُ بَوْلٍ مِـنْهُ فِيْ عَلَنِ

Dalam Shahih Muslim, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda: “Sesungguhnya aku bisa melihat kalian semua dari belakangku.” Selain itu, dalam kitab al-Ayat al-Bayyināt, Aisyah r.a. bercerita bahwa bumi diperintahkan untuk menelan apa pun (kotoran/air seni) yang keluar dari para nabi sehingga tidak berbekas.

Hati yang Selalu Terjaga dan Tanpa Bayangan

وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَـمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ # وَلَا يُرٰى ظِلُّهُ فِيْ الشَّمْسِ ذُوْ فَـطَنِ

Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda kepada Aisyah: “Kedua mataku bisa tertidur, tetapi hatiku tidak pernah tertidur.” Selain itu, bayangan beliau tidak tampak baik di bawah terik matahari maupun sinar rembulan.

Bahu yang Lebih Tinggi dan Lahir Terkhitan

كَـتْفَاهُ قَدْ عَلَـتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا # عِنْـدَ الْوِلَادَةِ صِـفْ يَا ذَا بِمُخْتَتَنِ

Tatkala beliau duduk bermajelis, bahunya nampak lebih tinggi dari orang-orang di sekitarnya. Mengenai kelahiran, dalam al-Ausath karya Al-Tabrani, Nabi bersabda bahwa beliau dilahirkan dalam keadaan sudah dikhitan sebagai bentuk kemuliaan dari Allah.

Keutamaan Menghafal Syair Ini

هَذِي الْخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أٰمِنًا # مِنْ شَرِّ نَـارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِـنْ مِحَنِ

Ulama menyebutkan bahwa siapa pun yang menghafalkan syair ini akan aman dari kebakaran, pencurian, dan musibah lainnya. Hal ini didasarkan pada mujarrabāt atau pengujian berdasarkan pengalaman empiris para ulama terdahulu.

Nah, sekarang kita sudah tahu makna dan manfaatnya, jadi lebih mantap kan pujiannya? Semoga menjadi do’a dan berkah untuk kita semua. Amin.

Penulis: Sahrul Romadhon

Editor: Tim Jurnalistik An-Nawawi

Comments

  1. References:

    Kingmaker Casino Auszahlung https://www.h3c.com/

  2. References:

    Jokerstar Casino Einzahlung forum.kurs.expert

  3. 7000bet says:

    [432]7000bet Login PH – Pinakamabilis na Gcash Casino at Slots,Mag-7000bet login ph na para sa legit na online baccarat philippines. I-7000bet download app para mas madaling maglaro ng online slots. Sali na! visit: 7000bet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *