Home / Narasi Santri / Puisi / Episode 28

Di episode kali ini,
disebut usia awal dewasa
Ia bertambah tak hanya sekadar angka
Tak juga bentuk perayaan umumnya
Tak jamah di dalamnya bagi manusia hina
Menelisik di bawah alam sadar yang tak biasa
Ada beribu makna ketenangan diri, yang terus tumbuh dalam jiwa
Menopang beban dan rasa berpanggul wibawa

Mas Salik Iqtafa,
Estetika krasa dan rasa tak cukup menggambarkanmu di dunia yang fana
Engkau terlahir dengan kedamaian yang nyata
Menyimpan sejuk dan harap seluas samudra
Terlihat pasti darimu yang selalu iba

Katanya, di eposide 28 ini
Saatnya raga tak sanggup menguatkan diri sendiri
Mereka berkata “capek”, “butuh dikuatkan lagi oleh lain lini”
Pertanyaannya, bukankah motivasi terbesar ialah diri sendiri
Lalu apakah pikiran khalayak itu hanyalah teori?
Coba berdialoglah dengan diri, untuk tau diri

Baginya justru berbanding terbalik
Katanya episode tersulit, tidak!
Mungkin kita yang belum kenal sang khalik
Sudah jatuh bangun lama, hingga di titik ini ia berkenalan dengan-Nya baik
Dibalik fatamorgana dan hobinya yang menarik
Ia selalu berhasil merenggup daya tarik

Tak perlu banyak drama, apalagi fisik
Ia hanya mencoba berusaha, melaluinya dengan epik dan klasik, ditengah hiruk pikuk hidup pelik

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Walau kami hanya bisa berbisik dan menelisik
Menjamah dari jauh tak terbidik
Semoga kami bisa memetik dan terididik
Darimu, walau sedikit
Wahai, Mas Salik

Selamat menapaki jejak lagi
Di episode 28 ini
Karna setiap juangmu tanpa pamrih
Semoga rekah bahagia selalu melingkupi

Suara: Febriana Musyarofah

Related Posts

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *